Bicara soal hati. Bahwasanya Allah itu telah menjamin rejeki
kita masing-masing, kita hanya menjemputnya untuk ambil jatah itu. Sedikit ataupun
banyak hasil yang di dapat itu memanglah jatahmu. Tapi yang sekarang jatahnya
jadi orang miskin dan kaya, tetep kita tidak boleh mengejudge aku jatahnya memang
untuk jadi orang miskin, ataupun orang kaya. Belum tentu yg sekarang kaya dan
besoknya akan dapat miskin ya bisa saja. Yang sekarang miskin esok kaya juga bisa.
Kita bukan tuhan yang bisa menentukan jatah kita kaya ataupun miskin. Apa dengan
kita kerja maka kita akan menjadi orang kaya? Tidak. Kalau percaya itu namannya
musrik. Orang hanya berusaha Allah yang menentukan. Adapun orang bersusah payah
usaha ujungnya bangkrut. Ada orang yang jalannya mulus dan apa yang di inginkan
selalu tercapai dan dapat melalui segala rintangan badai yang ada. Adapun yang
telah melewati berbagai rintangan tetap aja jadi miskin juga ada. Modalnya kita
hanyalah usaha dan yakin kalau itu memang jatah qita syukuri dan nikmati. Jika
merasa lelah,maka percayalah Allah maha bijaksana dan pemurah, bisa jadi lelah yang
disertai dengan niat usaha kita karena Allah, maka Allah tak akan membuat usaha
kita sia-sia. Allah punya surga yang mana akan dihadiahkan kepada hambanya yang
tunduk, patuh terhadap perintah dan larangan-Nya, sabar dan selalu mengingat
Allah dalam setiap langkah, Surga merupakan bentuk kasih sayang Allah, dan
Allah akan memasukan orang kesurga bagi siapa yang dikehendaki. Allah tak suka
orang yang berputus asa dan kufur nikmat. Karena sesungguhhnya nikmat yang
Allah berikan pada hambanya itu tak terhitung nilainya. Syukuri dengan cara
sikap kita, usaha kita, sertakan Allah dalam segala hal dan Yakinlah allah
selalu bersama kita. Karena sesungguhnya kita tidak dapat mengandalkan kekuatan
diri aja melainkan bantuan dari Allah. Kekuatan diri saja tanpa adanya Allah
itu sangatlah lemah. Maka sertakan segala urusan kita, langkah kita dengan
membaca basmallah. Sholawat juga. Tanda kita mengingat Allah dan rosulullah. Semoga
hati kita akan menjadi tenang karena takdir itu akan kita sadari ALLAH yang menentukan dan apapun ketetapan-nya
adalah yang terbaik bagi kita.
#awali sesuatu dengan basmallah
Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بـ ” بسم الله ” فهو أبتر ” ، أي: ناقص
البركة.
“Setiap perkara (kehidupan) yang tidak dimulai dengan
BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang
barakahnya”[1]
Syaikh shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,
والحكمة في البدء ببسم الله الرحمن الرحيم التبرك بها لأنها كلمة
مباركة فإذا ذكرت في أول الكتاب أو في أول الرسالة تكون بركة عليه. أما الكتب أو
الرسائل التي لا تبدأ ببسم الله الرحمن الرحيم فإنها تكون ناقصة لا خير فيها، ومن
ناحية أخرى بسم الله الرحمن الرحيم فيها الاستعانة بالله جل وعلا
“Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan
dengan bismillahirrahmaanirraahiim adalah demi mencari barakah dengan
membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila
disebutkan di permulaan kitab atau di awal risalah maka hal itu akan membuahkan
barakah baginya. Selain itu di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan
kepada Allah ta’ala”[3]
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa yang membaca:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي
الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dengan menyebut nama Allah yang
tidak akan bisa memudharatkan bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di
langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” pada
setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan
memudharatkan baginya sesuatu apa pun.”[4]
#seorang muslim dilarang berputus asa dari
rahmat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:
قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ
إِلَّا الضَّالُّونَ
“Ibrahim
berkata :’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali
orang-orang yang sesat.’”(Q.S. Al Hijr: 56)
Dan firman-Nya:
وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ
لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Dan
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa
dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)
#untuk semangat kita jika
menhadapi sesuatu cobaan hidup yang susah, melelahkan dan membuat sedih,
ingatlah ini:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا
الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ
مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ
وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum
datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan
bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman
bersamanya: “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” (QS. Al Baqarah : 214)
Kemudian, Allah, Ar Rahman, menjawab dengan jawaban yang sangat
indah yang melambungkan asa orang-orang beriman…
أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
“Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS.
Al Baqarah : 214)
-->>>next...
-->>>next...
“Udzkuruni adzkurkum wasykuruli wala takfurun”
“Ingatlah Aku maka Aku selalu mengingatmu; dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah berpaling” (QS. Al-Baqarah 152)
Tidak semua orang mempunyai kekuatan untuk melepaskan keterikatan diri pada dunia; begitu pula tidak semua orang bisa merealisasikan dzikrullah. Karena dua hal ini (keterikatan dunia dan dzikrullah) saling bertolak belakang. Jika dalam hati kecil manusia masih terbesit dunia (termasuk mengakui eksistensinya sendiri) maka dia tidak akan pernah bisa mengingat Tuhan (berdzikir), karena yang dia ingat hakikatnya hanyalah dirinya, dirinya, dirinya dan dirinya sendiri. Artinya, seseorang yang ingin mengingat Tuhan mau tidak mau harus mematikan dirinya sendiri (egonya). untuk itu matikan ego dan lakukan sesuatu dengan mengingat Allah bukan menggunakan ego. sadari bahwagemerlapnya di dunia bukanlah milik kita hingga kita masukan hati atas kesedihan dan kesenangan banyaknya yg kita dapat. karena yang kita ingat bukan dunianya melainkan Allah. *mencoba untuk mengubah hati dengan mengingat Allah atas hidup kita di dunia. Bukan sebaliknya kita menginginkan dunia baru mengingat Allah. karena segalanya kita butuh Allah SWT."
Nb: Ingatlah segala sesuatu terjadi atas rahmatNya. Kita akan dapatkan
apapun itu atas kasih sayang Allah. Bukan karena kekuatan diri kita sendiri. Kita
hanya media yang dapat berusaha dan takputus asa. Segarla sesuatu Allah yang
menentukan.
https://www.youtube.com/watch?v=CZgNCi__H1A&t=38s
https://www.youtube.com/watch?v=CZgNCi__H1A&t=38s