Ketika kita
dekat dengan orang kita bercerita akan ketidak enakan org lain pada kita.
Padahal jika seseorang yang dekat dengan kita tersebut sedang marah dengan kita
maka semua ucapan akan keluar. Missal aku bercerita “aku tak punya teman dekat
di di lingkunganku, smua pada jauh. Hanya sebatas senyum, sapa, kenal” Nah kata
tersebut dapat membuka aib kita,pada org yang kita ajak curhat itu. Suatu saaat
ketika org tersebut sedang marah dengan nada gak enak bilang ”Pantas aja gak
punya temen dilingkunganmu, orang karakternya aja buruk gtu”.
Niat kita
bicara seperti itu dengan tujuan orang yang dicurhatin merasa jadi org terdekat
kita. Padahal dibalik itu secara tidak langsung menganggap org lain yang
sebenarnya berharga tetapi tidak dianggap. Bahwa ketika disyukuri, ternyata
orang yang disekitar kita semua itu baik. Perlu diingat bahwa kita ketika perlu
bantuan, atau sedang kesusasahan kedesak tempat dan waktu. Tentu saja kita
memerlukan bantuan orang dilingkungan kita yg dekat. Bahwasanya disitu kita
pasti dapatin org yang membantu dan menemani kita. Bukankah itu adalah teman
baik. Teman baik itu ada di mana-mana. Ada dikeluarga, sekolah, masyarakat,
dll. Cuman sangking banyaknya lingkungan yang kita jamah hinggga banyak teman
yang diremehkan, dan memilah-milah yang dianggap kita baik. Padahal tiap org
pasti ada celanya. Letak kedekatan adalah dimana kita banyak menghabiskan waktu
bersama dengan orang tersebut. Sangking banyaknya teman, walau dekat tapi
jarang bersama maka akan dengan sendirinya jauh. Tapi tetap saja ada kebaikan
pada setiap orangnya. Karena setiap org memiliki cahaya. Tak
lupa juga bahwa setiap orang juga punya keburukan ataupun kejelekan. Karena
manusia tempatnya lupa dan salah. Keburukan bisa diakibatkan atas kesalah
pahaman. Atau lupa atas yang pernah diucapkan. Sebagai individu hanya boleh
ambil sikap dan berkhusnudzon kepada sesame. Yakinlah bahwa tiap kejadian itu terjadi
pasti ada keterlibatan Allah disitu, dan Allah sedang menguji hambanya. Apabila
lolos maka pahala yang Allah berikan berupa nikmat yang bukan main. Bias jadi
melebihi nikmatnya di dunia. Adapun jika dalam setiap kejadian kita tidak mengingat
bahwa ada keterlibatan Allah disitu, maka ikut campur setan lebih dahsyat. Yang
mana setan akan membawa seorang utk melakukan kesalahan yang lebih besar.
Syukur jika adzab yg diberikan hanya duka sedikit didunia. Krn apabila dineraka
yang mana paling atas aja udah lebih buruk dari pada seburuk-buruknya nasib di
dunia. Kehidupan mengajarkan kita bersyukur dalam setiap kondisi apapun dan
tidak sembarang dalam stiap perkataan.
berikut secuplik dalil yang menerangkan akadn adanya cahaya setiap makhluk dan makhluk tempatnya salah dan lupa:
Dalam salah satu hadist yang diriwayatkan Al Bazzar dan Abdullah ibnu Amr ia pernah mendengar Rasulullah bersabda:” Sesungguhnya Allah menciptakan mahluknya dalam kegelapan, lalu melemparkan kepadanya suatu cahaya dari cahayaNya. Maka barang siapa yang terkena cahaya itu, ia mendapat petunjuk, dan siapa yangb luput darinya maka sesatlah ia”
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An Nur 35)\
“Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah benar-benar akan menghilangkan kamu, dan pasti akan mendatangkan suatu kaum yang mereka akan berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka”.(Shahih Muslim)
“Seluruh Bani Adam (manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat.” (hasan, lihat shahih at-Targhib wa at-Tarhib 3139)
Jadikan dosamu di hadapanmu, dan jadikan amalan-amalan kebaikanmu di belakang punggungmu (maksudnya ingat-ingat selalu dosamu dan lupakan amal kebaikanmu), supaya engkau tetap bersemangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, dan bersegera dalam kebajikan.
وخلق الانسان ضعيفا Dengan kelemahan kelemahan yang dimiliki manusia itu,tentu sangat berpotensi melakukan kesalahan kesalahan
Manusia adalah tempatnya salah dan lupa (الانسان محل الخطاء) Maka pantas predikat itu selalu melekat pada diri manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar