Waktu kelas 2 Madin aku tidak naik kelas 2 kali. Tiap penerimaan raport, selalu di marahin orang tua karena 2 kali berturut-turut tidak naik kelas. Akibat 2tahun tidak naik, akhirnya aku merasakan tinggal di kelas 2 Madin selama 3 tahu, hal yang menakjubkan ketika naik kelas waktu itu aku mendapat peringkat 7 dari 39 siwa. peringkatku waktu itu trs meningkat hingga 5 besar. waktu itu banyak temen-temen skeliling aku,bangku-bangku berdekatan orang pinter semua,bermain bersama dan saling bersaing mendapatkan peringkat yg unggul,Tetapi waktu MaDin, aku sering tampil di panggung dan waktu pekan madaris aku menjadi perwakilan Sekolah Madin dalam lomba hafalan Umriti tanding di sama sekolahan madin lain dan akhirussanah tiap tahunya, orang tua aku tidak pernah yang namanya jenguk dan lihat penampilan aku di panggung. padahal aku waktu itu sering mendapat juara, dan banyak buku beserta bolpen snowman aku dapat dari hadiah-hadiah non fisik, sperti Hafalan-hafalan,Cerdas cermat. Tapi sebaliknya di SD yang dulunya dapat 5 besar menjadi semakin buruk hingga keluar dari 10 besar, dan menjadi orang biasa saja, gak bodoh amat juga gak tergolong pinter.tapi waktu perpisahan dari beberapa kelompok, kelompok aq terpilih untuk menampilkan tariannya waktu perpisahan,klompok tariku terdiri dari 4 orang diantaranya aku, waktu menyanyikan lagu perpisahan, aku juga terpilih utk ikut tampil. ibu aku waktu itu bangga dan menyanjung aku. tampilan tari aku katanya bagus. dan aku sangat senang. ibu dapat melihat dan menyaksikan aku tampil di depan. Sayangnya skolah MaDin sama SD berbanding balik. pandangan ortu sejak awal aku bodoh mungkin, shingga keatasnya sama skali ibu gak mau melihat aku tampil. -_-
Sekolah Madin aku hanya sampai smpai kelas 6 dan tidak melanjutkan.
lulus MaDin Awal sekolah pagi aku baru Pertengahan SMP. Di sekolah pagi aku gak pandai juga tidak bodoh, Tiap tahunnya selalu naik kelas. Pada waktu awal MID kelas 1 SMP, nilai bahasa indonesia aku yang paling terbaik di kelas.
Waktu SMP di rumah sudah ada komputer, di sekolahan materinya baru menyalakan dan mematikan komputer, disinilah saya menjadi paling ahli dalam komputer di banding teman-teman yang lain waktu itu. Sehingga banyak temen-temen yang tarik-tarik aku untuk duduk bersamanya di waktu pelajaran di lab.komp. karena bingung mau duduk dimana akhirnya di lab.kom. Aku duduk dan kadang pindah-pindah tempat untuk mengajarkan kepada temen-temen yang belum paham.
Hingga suatu saat ada seorang yang mengatakan dia tuh deket sama kamu kalau butuh dan dia gak bisa. kalau dia bisa sih gak bakalan deketin kamu. Perkataan orang itu pun stelah aku pikir-pikir, bukan cuman dia aja. Orang yang berkata itupun juga demikian. Disaat aku gak memiliki keahlian apa-apa. Semua orang cuek terhadapku,gak ada yang pedulikan aku lagi.
SMA aku menemukan sebuah persahabatan yang tulus,meskipun dalam satu kelas ada yang pilah-pilah terhadap kelompok kerja maupun berteman, Pernah suatu ketika di suruh membuat kelompok. ada orang yang menawarin temen sebangkuku utk jadi kelompoknya. sayangnya temen sebangku aku tetep setia dengan aku. jawabnya temen aku gni, tapi Dewi ikut yaaa,.. batin ku,.. ndois keeh,.. akhirnya sana berpikir ulang.
aku seneng terhadap temen sbangku ini. susah senang selalu bersama, sering ketawa bersama dan satu sama lain ktika ada kekurangan saling melengkapi tanpa adanya rasa berat hati.
SMA lulus aku daftar kerja bersama kawan-kawan aku ke ungaran naik bis. aku juga ndaftar di 1 perguruan tinggi di UNNES. juga cuma memilih 1 jurusan saja, yaitu di tata busana. Pikirku waktu itu, kalau aku ketrima kerja, aku mau kerja aja, klu gak ya kuliah, klu kerja dan kuliah tidak di terima aku pengen ke ponpes yang skalian jauh dari rumah. Tapi apa daya ternyata kerja aku gak dapat panggilan-panggilan lagi, dan pengumuman kuliah lewat jalur SNMPTN sudah di umumkan di internet kalau aku diterima. Sehingga aku kini melanjutkan kuliah di UNNES jurusan Tata Busana.
Empat semester telah dilewati, belum juga pandai dalam menjahit, dan menggambar, temen-temen seangkatan pada nge grup sendiri-sendiri. yang bodoh jd terasa berat untuk bangkit dan bekerja sebisanya kemampuan telah dikeluarkan tanpa bantuan dari temen yang susah di ajak berbagi ilmu. mungkin kalau orang bodoh berkata sperti itu, yang pinter ya paling jawab, ya berusaha,minta ajarin yang lain yang bisa, aku aja gak bisa. yah bgitulah,.. Entah dia males ngajarin atau bener-bener gak bisa, atau sibuk dengan pekerjaan sendiri, shingga nggak mau mikirin pekerjaan sendiri.
Sejeleknya aku,banyak orang yang tak suka berkelompok dengan aku, wajahnya di katain mirip ma aku aja gak nerima dia. Sebenernya sih aku sakit hati. tapi gak papa lah,... seiring waktu berjalan,smua orang akan mendapatkan ganjarannya kok. Lagian di tata busana tuh bukan org pinter mnurutku cuman dia tahu teknik bikin-bikin busana, juga dana slalu tercukupi, dan rajin. shingga dia cepert ngerjain dan jadi.
Klu aku sih mungkin blm begitu tau, teknik bikin busana sering kali lupa, serajin-rajinnya aku selalu mengotak atik gak jadi-jadi karena sering salah, gak pas, jg sering ndedel, dan bongkar pasang.
Gak di rmh gak di skamar melihat aku, paling benci ia mengatakan kok dr dulu lom jadi-jadi. dikerjain baju itu-itu melulu. klu dah di laruhi gitu, sudah deh,.. aku langsung tidur.
Benci kepada semuanya, juga sedih dalam batin sendiri. pengen nangis juga. tapi buat tidur aja dan melelapkan mata.
Aku berharap nasib akan membalikan smua, dmana aku mendapat posisi atas saat roda bumi ini berputar.
Sekolah Madin aku hanya sampai smpai kelas 6 dan tidak melanjutkan.
lulus MaDin Awal sekolah pagi aku baru Pertengahan SMP. Di sekolah pagi aku gak pandai juga tidak bodoh, Tiap tahunnya selalu naik kelas. Pada waktu awal MID kelas 1 SMP, nilai bahasa indonesia aku yang paling terbaik di kelas.
Waktu SMP di rumah sudah ada komputer, di sekolahan materinya baru menyalakan dan mematikan komputer, disinilah saya menjadi paling ahli dalam komputer di banding teman-teman yang lain waktu itu. Sehingga banyak temen-temen yang tarik-tarik aku untuk duduk bersamanya di waktu pelajaran di lab.komp. karena bingung mau duduk dimana akhirnya di lab.kom. Aku duduk dan kadang pindah-pindah tempat untuk mengajarkan kepada temen-temen yang belum paham.
Hingga suatu saat ada seorang yang mengatakan dia tuh deket sama kamu kalau butuh dan dia gak bisa. kalau dia bisa sih gak bakalan deketin kamu. Perkataan orang itu pun stelah aku pikir-pikir, bukan cuman dia aja. Orang yang berkata itupun juga demikian. Disaat aku gak memiliki keahlian apa-apa. Semua orang cuek terhadapku,gak ada yang pedulikan aku lagi.
SMA aku menemukan sebuah persahabatan yang tulus,meskipun dalam satu kelas ada yang pilah-pilah terhadap kelompok kerja maupun berteman, Pernah suatu ketika di suruh membuat kelompok. ada orang yang menawarin temen sebangkuku utk jadi kelompoknya. sayangnya temen sebangku aku tetep setia dengan aku. jawabnya temen aku gni, tapi Dewi ikut yaaa,.. batin ku,.. ndois keeh,.. akhirnya sana berpikir ulang.
aku seneng terhadap temen sbangku ini. susah senang selalu bersama, sering ketawa bersama dan satu sama lain ktika ada kekurangan saling melengkapi tanpa adanya rasa berat hati.
SMA lulus aku daftar kerja bersama kawan-kawan aku ke ungaran naik bis. aku juga ndaftar di 1 perguruan tinggi di UNNES. juga cuma memilih 1 jurusan saja, yaitu di tata busana. Pikirku waktu itu, kalau aku ketrima kerja, aku mau kerja aja, klu gak ya kuliah, klu kerja dan kuliah tidak di terima aku pengen ke ponpes yang skalian jauh dari rumah. Tapi apa daya ternyata kerja aku gak dapat panggilan-panggilan lagi, dan pengumuman kuliah lewat jalur SNMPTN sudah di umumkan di internet kalau aku diterima. Sehingga aku kini melanjutkan kuliah di UNNES jurusan Tata Busana.
Empat semester telah dilewati, belum juga pandai dalam menjahit, dan menggambar, temen-temen seangkatan pada nge grup sendiri-sendiri. yang bodoh jd terasa berat untuk bangkit dan bekerja sebisanya kemampuan telah dikeluarkan tanpa bantuan dari temen yang susah di ajak berbagi ilmu. mungkin kalau orang bodoh berkata sperti itu, yang pinter ya paling jawab, ya berusaha,minta ajarin yang lain yang bisa, aku aja gak bisa. yah bgitulah,.. Entah dia males ngajarin atau bener-bener gak bisa, atau sibuk dengan pekerjaan sendiri, shingga nggak mau mikirin pekerjaan sendiri.
Sejeleknya aku,banyak orang yang tak suka berkelompok dengan aku, wajahnya di katain mirip ma aku aja gak nerima dia. Sebenernya sih aku sakit hati. tapi gak papa lah,... seiring waktu berjalan,smua orang akan mendapatkan ganjarannya kok. Lagian di tata busana tuh bukan org pinter mnurutku cuman dia tahu teknik bikin-bikin busana, juga dana slalu tercukupi, dan rajin. shingga dia cepert ngerjain dan jadi.
Klu aku sih mungkin blm begitu tau, teknik bikin busana sering kali lupa, serajin-rajinnya aku selalu mengotak atik gak jadi-jadi karena sering salah, gak pas, jg sering ndedel, dan bongkar pasang.
Gak di rmh gak di skamar melihat aku, paling benci ia mengatakan kok dr dulu lom jadi-jadi. dikerjain baju itu-itu melulu. klu dah di laruhi gitu, sudah deh,.. aku langsung tidur.
Benci kepada semuanya, juga sedih dalam batin sendiri. pengen nangis juga. tapi buat tidur aja dan melelapkan mata.
Aku berharap nasib akan membalikan smua, dmana aku mendapat posisi atas saat roda bumi ini berputar.