Selasa, 19 November 2013

Bodoh menjadi Terasingkan di Kelas

Awalnya di SD aku termasuk kriteria anak pandai, pernah aku dapatkan peringkat 5 besar dari 42 siswa di kelas, tetapi di Sekolah Madin aq adalah siswa paling bodoh waktu itu.
Waktu kelas 2 Madin aku tidak naik kelas 2 kali. Tiap penerimaan raport, selalu di marahin orang tua karena 2 kali berturut-turut tidak naik kelas. Akibat 2tahun tidak naik, akhirnya aku merasakan tinggal di kelas 2 Madin selama 3 tahu, hal yang menakjubkan ketika naik kelas waktu itu aku mendapat peringkat 7 dari 39 siwa. peringkatku waktu itu trs meningkat hingga 5 besar. waktu itu banyak temen-temen skeliling aku,bangku-bangku berdekatan orang pinter semua,bermain bersama dan saling bersaing mendapatkan peringkat yg unggul,Tetapi waktu MaDin, aku sering tampil di panggung dan waktu pekan madaris aku menjadi perwakilan Sekolah Madin dalam lomba hafalan Umriti tanding di sama sekolahan madin lain dan akhirussanah tiap tahunya, orang tua aku tidak pernah yang namanya jenguk dan lihat penampilan aku di panggung. padahal aku waktu itu sering mendapat juara, dan banyak buku beserta bolpen snowman aku dapat dari hadiah-hadiah non fisik, sperti Hafalan-hafalan,Cerdas cermat. Tapi sebaliknya di SD yang dulunya dapat 5 besar menjadi semakin buruk hingga keluar dari 10 besar, dan menjadi orang biasa saja, gak bodoh amat juga gak tergolong pinter.tapi waktu perpisahan dari beberapa kelompok, kelompok aq terpilih untuk menampilkan tariannya waktu perpisahan,klompok tariku terdiri dari 4 orang diantaranya aku, waktu menyanyikan lagu perpisahan, aku juga terpilih utk ikut tampil. ibu aku waktu itu bangga dan menyanjung aku. tampilan tari aku katanya bagus. dan aku sangat senang. ibu dapat melihat dan menyaksikan aku tampil di depan. Sayangnya skolah MaDin sama SD berbanding balik. pandangan ortu sejak awal aku bodoh mungkin, shingga keatasnya sama skali ibu gak mau melihat aku tampil. -_-
Sekolah Madin aku hanya sampai smpai kelas 6 dan tidak melanjutkan.
lulus MaDin Awal sekolah pagi aku baru Pertengahan SMP. Di sekolah pagi aku gak pandai juga tidak bodoh, Tiap tahunnya selalu naik kelas. Pada waktu awal MID kelas 1 SMP, nilai bahasa indonesia aku yang paling terbaik di kelas.
Waktu SMP di rumah sudah ada komputer, di sekolahan materinya baru menyalakan dan mematikan komputer, disinilah saya menjadi paling ahli dalam komputer di banding teman-teman yang lain waktu itu. Sehingga banyak temen-temen yang tarik-tarik aku untuk duduk bersamanya di waktu pelajaran di lab.komp. karena bingung mau duduk dimana akhirnya di lab.kom. Aku duduk dan kadang pindah-pindah tempat untuk mengajarkan kepada temen-temen yang belum paham.
Hingga suatu saat ada seorang yang mengatakan dia tuh deket sama kamu kalau butuh dan dia gak bisa. kalau dia bisa sih gak bakalan deketin kamu. Perkataan orang itu pun stelah aku pikir-pikir, bukan cuman dia aja. Orang yang berkata itupun juga demikian. Disaat aku gak memiliki keahlian apa-apa. Semua orang cuek terhadapku,gak ada yang pedulikan aku lagi.
SMA aku menemukan sebuah persahabatan yang tulus,meskipun dalam satu kelas ada yang pilah-pilah terhadap kelompok kerja maupun berteman, Pernah suatu ketika di suruh membuat kelompok. ada orang yang menawarin temen sebangkuku utk jadi kelompoknya. sayangnya temen sebangku aku tetep setia dengan aku. jawabnya temen aku gni, tapi Dewi ikut yaaa,.. batin ku,.. ndois keeh,.. akhirnya sana berpikir ulang.
aku seneng terhadap temen sbangku ini. susah senang selalu bersama, sering ketawa bersama dan satu sama lain ktika ada kekurangan saling melengkapi tanpa adanya rasa berat hati.
SMA lulus aku daftar kerja bersama kawan-kawan aku ke ungaran naik bis. aku juga ndaftar di 1 perguruan tinggi di UNNES. juga cuma memilih 1 jurusan saja, yaitu di tata busana. Pikirku waktu itu, kalau aku ketrima kerja, aku mau kerja aja, klu gak ya kuliah, klu kerja dan kuliah tidak di terima aku pengen ke ponpes yang skalian jauh dari rumah. Tapi apa daya ternyata kerja aku gak dapat panggilan-panggilan lagi, dan pengumuman kuliah lewat jalur SNMPTN sudah di umumkan di internet kalau aku diterima. Sehingga aku kini melanjutkan kuliah di UNNES jurusan Tata Busana.
Empat semester telah dilewati, belum juga pandai dalam menjahit, dan menggambar, temen-temen seangkatan pada nge grup sendiri-sendiri. yang bodoh jd terasa berat untuk bangkit dan bekerja sebisanya kemampuan telah dikeluarkan tanpa bantuan dari temen yang susah di ajak berbagi ilmu. mungkin kalau orang bodoh berkata sperti itu, yang pinter ya paling jawab, ya berusaha,minta ajarin yang lain yang bisa, aku aja gak bisa. yah bgitulah,.. Entah dia males ngajarin atau bener-bener gak bisa, atau sibuk dengan pekerjaan sendiri, shingga  nggak mau mikirin pekerjaan sendiri.
Sejeleknya aku,banyak orang yang tak suka berkelompok dengan aku, wajahnya di katain mirip ma aku aja gak nerima dia. Sebenernya sih aku sakit hati. tapi gak papa lah,... seiring waktu berjalan,smua orang akan mendapatkan ganjarannya kok. Lagian di tata busana tuh bukan org pinter mnurutku cuman dia tahu teknik bikin-bikin busana, juga dana slalu tercukupi, dan rajin. shingga dia cepert ngerjain dan jadi.
Klu aku sih mungkin blm begitu tau, teknik bikin busana sering kali lupa, serajin-rajinnya aku selalu mengotak atik gak jadi-jadi karena sering salah, gak pas, jg sering ndedel, dan bongkar pasang.
Gak di rmh gak di skamar melihat aku, paling benci ia mengatakan kok dr dulu lom jadi-jadi. dikerjain baju itu-itu melulu. klu dah di laruhi gitu, sudah deh,.. aku langsung tidur.
Benci kepada semuanya, juga sedih dalam batin sendiri. pengen nangis juga. tapi buat tidur aja dan melelapkan mata.
Aku berharap nasib akan membalikan smua, dmana aku mendapat posisi atas saat roda bumi ini berputar.

Semangat untuk Sahabat

Awal aku masuk sekolah di SMA,penampilanku masih cupu,pendiem,& tak pandai berbicara maupun bergaul dengan lingkungan. jadi gak ada temennya deh aku.kasian banget. Apalagi aku duduk sebangku dengan anak lulusan dari SMP lain yang sama sekali tidak ku kenal. Dia cantik,putih,rambut hitam lurus sebahunan,dah orangnya pendiem juga. Dari mukanya dah kelihatan kalau dia anak pinter.Pada awalnya aku merasa minder dengannya. Seiring waktu berjalan rasa itu berubah menjadi sebuah persahabatan yang abadi hingga kini.Aneh rasanya kalau di pikir,orang perasaan aku kenal pertama ma dia tu sebel & nggak banget deh rasanya.tapi rasa itu bisa berubah menjadi sahabat sejatiku hingga kini yang paling asyik & belum ku temui lagI orang yang sifatnya kayak sahabatku itu.Banyak kisah yang berawal dari ketidak senangan menjadi kesenangan,begitupun sebaliknya. Canda,tawa,susah,sedih,senang,telah aku lalui banyak dengan sahabat sebangkuku itu.Meski hanya sebangku pas pada kelas satu SMA doang,tetapi hubungan tetaplah lancar hingga sekarang. Pus,..itu nama panggilanku pada temenku sebangku itu. heheheeee Banyak kesamaan yang ada pada kita,mulai dari lingkungan maupun sifat pribadi masing-masing.Dalam pembicaraan pun nyambung dan bisa saling mengerti dan memahami. Aku sangat rindu dengan sahabatku itu. Sahabat yang pengertian,baik,menghargaiku,pinter,dan enak dalam belajar kelompok bersamanya. Sekarang Pus meneruskan sekolah tingginya di salah satu universitas islam negeri di Semarang,tepatnya di ngalian.Sedangkan Aku d Universitas negeri yg ada di semarang juga,tapi tepatnya di gunung Pati. Sahabatku,aku merindukanmu,aku pengen cerita-cerita seperti waktu kita di SMA dulu.Terasa cepat rasanya waktu ini berputar. Saatnya kita melangkah kedepaan untuk meraih kesuksesan. Semoga kita dapat meraih cita-cita masing-masing. Bravo..!!!! Tetap semangat,karena kita pasti bisa.Tiada kekuatan kecuali do'a,usaha,& ikhtiar.Yakinlah kalau cita-cita kita pasti akan tercapai. ^_^

Kekasih yang dulu Kembali Menjadi Jodohku


 Desa Sukosari merupakan tempat di mana keluarga Dita tinggal beserta kedua orang tuanya. Dalam keadaan keturunan orang dari keluarga baik yang mampu dan putri satu-satunya dari Bapak Karto dan Ibu Karti, sehingga segala keinginan dan kebutuhan Dita dapat terpenuhi.
Dita yang baik, ramah, dan pandai bergaul kepada siapa saja telah duduk  di kelas 2 SMA di kotanya. Hampir semua temannya telah mempunyai cowok masing-masing, sehingga terlintas dalam benak Dita untuk mempunyai keinginan memilikinya juga.  Waktu telah berlalu 3 bulan, ada seorang teman satu kelas Dita yang mencoba mendekatinya,dia bernama Doni.
Doni anak yang tampan, pinter, baik, ramah, keturunan dari keluarga yang baik juga, tetapi berasal dari keluarga yang tidak mampu. Meskipun berasal dari keluarga tidak mampu, dia selalu mendapatkan beasiswa gratis untuk bersekolah. Doni merupakan ketua OSIS di sekolah Dita.
Selang beberapa bulan dalam pendekatan Doni kepada Dita, Doni mencoba mengungkapkan perasaannya kepada Dita. Dalam waktu 2 minggu Doni disuruh untuk menunggu jawaban dari Dita untuk berfikir. Keputusan Dita yang ditunggu-tunggu ternyata memberi kabar gembira bagi Doni, karena cintanya telah diterima oleh Dita.
Sejak jadian itu, prestasi Dita yang semula mendapat peringkat 7 menjadi naik ke peringkat 1 di kelasnya yang tak disangka-sangka. Doni yang semula mendapat peringkat 1 turun ke peringkat 2. Antara Dita dan Doni saling meraih prestasi untuk mendapat peringkat terbaik. Kadang Dita yang mendapat peringkat 1, kadang juga Doni yang mendapat peringkat 1. Tidak kalah juga dengan prestasinya dengan kelas-kelas lain, karena peringkat pararel juga di raih oleh Doni dan Dita yang dari kelas 2 dan kelas 3 bersama dalam kelas yang sama.
Dita dan Doni sering bermain ke taman dan jalan bersama pada hari liburan untuk merefreskan fikiran dengan canda tawa bersama di alam yang segar, karena keduanya menyukai suasana kesegaran di alam.
Menjelang kelulusan SMA, ujian nasional dan ujian sekolah sudah di tempuh bersama. Tinggal penantian akan hasil kelulusan. Ketika hasilnya dibagikan,ternyata hasil dari Doni dan Dita tidak kalah bagus. Mereka mendapat penghargaan akan prestasinya yang telah menjadi siswa lulusan terbaik di sekolahnya. Semua teman-teman Doni dan Dita ikut senang mendengarnya, dan memberikan ucapan selamat kepadanya. Semua siswa-siswi kelas 3 di SMA ini alkhamdulillah semua lulus.
Setelah kelulusan itu, Doni dan Dita merasa sedih. Mereka harus berpisah jauh karena Doni kembali ke kotanya di Surabaya dan akan meneruskan ke perguruan tinggi di Surabaya, sedang Dita meneruskan perguruan tinggi negri yang berada di Semarang.
Dita sudah mulai masuk dalam perguruan tinggi negri di Semarang, Dita dititipkan oleh kedua orang tuanya kedalam sebuah asrama, fasilitas asrama yang memadahi, dan Dita di belikan laptop beserta motor oleh kedua orang tuanya. Tetapi,  prestasi Dita turun. Semester pertama nilai IP Dita hanya 2,77. Dita kaget, di pikir-pikir oleh Dita, apa ini gara-gara perpisahannya pada Doni yang hingga kini tidak ada kabarnya. Andaikan dulu ada HP mungkin Doni dan Dita tidak akan putus hubungan. Akhirnya diputuskannya oleh Dita untuk berkonsultasi kepada ustadzah di asrama tentang masalah akan pikiran yang belum bisa melupakan kekasihnya itu. Solusi dari ustadzahnya sangatlah sederhana, dan cukup memberikan motivasi kepada Dita untuk bangkit lagi menjadi orang yang baik, lupakan masa lalu untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, dan juga buka hati untuk semua orang. Karena jodoh telah di tentukan oleh sang pencipta. Andai tidak di dapatkan jodoh di Dunia ini, di akhirat pastilah ada jodohnya.
Sejak semester 2 Dita merasakan semangatnya itu bangkit lagi, IP Dita naik menjadi 3,5, dan semester 3 Dita mulai masuk-masuk kedalam organisasi-organisasi, seperti dalam BEM. Dita menjadi wakil presiden di kampusnya, IPnya tetap naik dan selalu kumlod. Banyak cowok di Kampusnya mencoba mendekati Dita, tetapi tidak seseorangpun diterimanya.  Dita tidak ingin kan cowok lagi sebelum dia lulus dan Dita juga telah berjanji untuk dirinya sendiri akan membanggakan kedua orang tuanya dulu, baru menikah, dan tak ingin mempunyai pacar.
Waktu demi waktu telah Dita lewati dengan mudah, semua masalah dapat terselesaikan dengan baik. Sambil Kuliah Dita juga bekerja part time sebagai Desain grafis di suatu perusahaan. Desain grafis merupakan jurusan yang diambil dita di kuliahnya. Sehingga kuliah Dita juga smakin meningkat prestasinya.
Beberapa semester telah di lewatinya, bimbingan kepada dosennya juga berjalan dengan lancar. Sehingga dalam waktu 4 tahun dita dapat lulus, dan meneruskan kerjanya di perusahaan sebagai desain grafis yang gajinya lumayan tinggi. Dita tidak lupa kepada kedua orang tuanya untuk menyampaikan terimakasih. Berkat Kedua orang tua, Dita dapat menjadi orang yang sukses.
Usia Dita sekarang sudah 22tahun tetapi belum punya pandangan jodoh yang akan meminangnnya siapa, Dita,sama sekali tidak resah akan jodohnya itu siapa,semua itu Dita serahkan kepada Allah,meskipun Dia telah lulus dan hanya bekerja sudah 1 tahun. Ketika banyak yang datang untuk meminangnya, Dita juga menolak, dengan alasan karena tidak suka dan tidak merasa cocok.
Idul fitri telah datang, kantor dimana kerja Dita juga libur. Ada sebuah rombongan 1 mobil dengan plat nomernya area Surabaya datang ke rumah Dita di Desa Sukosari itu. Di balik kaca rumah, Dita kaget,ternyata ada Doni turun dari mobil bagus itu beserta keluarganya. Dita buru-buru mencari ortunya, dan yang membukakan pintu itu orang tua Dita, Doni pun bertanya akan keberadaan Dita. Akhirnya Dita di panggilnya, dan di Tanya “Apakah Dita sudah memiliki kekasih lain,,??” Dita menjawab ”tidak”. dan ketika itu pun berlangsunglah acara lamaran antara Dita dan Doni. Dita kaget dan merasa sangat bahagia. Tidak di sangkanya kalau jodohnya itu ternyata kekasihnya waktu SMA yang masih setia sampai sekarang, yang dulunya dari keluarga yang tidak mampu, kini Doni telah mejadi orang sukses, dan Dia bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan di Surabaya. Meskipun telah sukses,Doni dan Dita juga sama-sama lulusan dari asrama. Agamanya baik dan mereka terapkan ilmu agamanya tersebut dan tidak di tinggalkan. Baik  di rumah maupun di kantor, masing-masing selalu berusaha untuk solat berjamaah dengan teman-teman lain. Tiap malam juga selalu membaca al-qur’an. Kebiasaan sejak kecil itu tidak mereka tinggalkan. Hinggga Dia menikah, dan hidup bersama. Keluarga dari Dita dan Doni juga ikut bahagia melihat Kebahagiaan putra-putrinya yang telah bahagia bersanding bersama di pelaminan.