Rabu, 24 Januari 2018

Rejeki Kita Allah yang Jamin

Bicara soal hati. Bahwasanya Allah itu telah menjamin rejeki kita masing-masing, kita hanya menjemputnya untuk ambil jatah itu. Sedikit ataupun banyak hasil yang di dapat itu memanglah jatahmu. Tapi yang sekarang jatahnya jadi orang miskin dan kaya, tetep kita tidak boleh mengejudge aku jatahnya memang untuk jadi orang miskin, ataupun orang kaya. Belum tentu yg sekarang kaya dan besoknya akan dapat miskin ya bisa saja. Yang sekarang miskin esok kaya juga bisa. Kita bukan tuhan yang bisa menentukan jatah kita kaya ataupun miskin. Apa dengan kita kerja maka kita akan menjadi orang kaya? Tidak. Kalau percaya itu namannya musrik. Orang hanya berusaha Allah yang menentukan. Adapun orang bersusah payah usaha ujungnya bangkrut. Ada orang yang jalannya mulus dan apa yang di inginkan selalu tercapai dan dapat melalui segala rintangan badai yang ada. Adapun yang telah melewati berbagai rintangan tetap aja jadi miskin juga ada. Modalnya kita hanyalah usaha dan yakin kalau itu memang jatah qita syukuri dan nikmati. Jika merasa lelah,maka percayalah Allah maha bijaksana dan pemurah, bisa jadi lelah yang disertai dengan niat usaha kita karena Allah, maka Allah tak akan membuat usaha kita sia-sia. Allah punya surga yang mana akan dihadiahkan kepada hambanya yang tunduk, patuh terhadap perintah dan larangan-Nya, sabar dan selalu mengingat Allah dalam setiap langkah, Surga merupakan bentuk kasih sayang Allah, dan Allah akan memasukan orang kesurga bagi siapa yang dikehendaki. Allah tak suka orang yang berputus asa dan kufur nikmat. Karena sesungguhhnya nikmat yang Allah berikan pada hambanya itu tak terhitung nilainya. Syukuri dengan cara sikap kita, usaha kita, sertakan Allah dalam segala hal dan Yakinlah allah selalu bersama kita. Karena sesungguhnya kita tidak dapat mengandalkan kekuatan diri aja melainkan bantuan dari Allah. Kekuatan diri saja tanpa adanya Allah itu sangatlah lemah. Maka sertakan segala urusan kita, langkah kita dengan membaca basmallah. Sholawat juga. Tanda kita mengingat Allah dan rosulullah. Semoga hati kita akan menjadi tenang karena takdir itu akan kita sadari  ALLAH yang menentukan dan apapun ketetapan-nya adalah yang terbaik bagi kita.
#awali sesuatu dengan basmallah
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه بـ ” بسم الله ” فهو أبتر ” ، أي: ناقص البركة.
“Setiap perkara (kehidupan)  yang tidak dimulai dengan BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang barakahnya”[1]
 Syaikh shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,
والحكمة في البدء ببسم الله الرحمن الرحيم التبرك بها لأنها كلمة مباركة فإذا ذكرت في أول الكتاب أو في أول الرسالة تكون بركة عليه. أما الكتب أو الرسائل التي لا تبدأ ببسم الله الرحمن الرحيم فإنها تكون ناقصة لا خير فيها، ومن ناحية أخرى بسم الله الرحمن الرحيم فيها الاستعانة بالله جل وعلا
“Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan dengan bismillahirrahmaanirraahiim adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila disebutkan di permulaan kitab atau di awal risalah maka hal itu akan membuahkan barakah baginya. Selain itu di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah ta’ala”[3]
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang membaca:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.”[4]
#seorang muslim dilarang berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ
“Ibrahim berkata :’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat.’”(Q.S. Al Hijr: 56)
Dan firman-Nya:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)

#untuk semangat kita jika menhadapi sesuatu cobaan hidup yang susah, melelahkan dan membuat sedih, ingatlah ini:


أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” (QS. Al Baqarah : 214)


Kemudian, Allah, Ar Rahman, menjawab dengan jawaban yang sangat indah yang melambungkan asa orang-orang beriman…


أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
“Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. Al Baqarah : 214)

-->>>next...

“Udzkuruni adzkurkum wasykuruli wala takfurun”
“Ingatlah Aku maka Aku selalu mengingatmu; dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah berpaling” (QS. Al-Baqarah 152)
             
      Tidak semua orang mempunyai kekuatan untuk melepaskan keterikatan diri pada dunia; begitu pula tidak semua orang bisa merealisasikan dzikrullah. Karena dua hal ini (keterikatan dunia dan dzikrullah) saling bertolak belakang. Jika dalam hati kecil manusia masih terbesit dunia (termasuk mengakui eksistensinya sendiri) maka dia tidak akan pernah bisa mengingat Tuhan (berdzikir), karena yang dia ingat hakikatnya hanyalah dirinya, dirinya, dirinya dan dirinya sendiri. Artinya, seseorang yang ingin mengingat Tuhan mau tidak mau harus mematikan dirinya sendiri (egonya). untuk itu matikan ego dan lakukan sesuatu dengan mengingat Allah bukan menggunakan ego. sadari bahwagemerlapnya di dunia bukanlah milik kita hingga kita masukan hati atas kesedihan dan kesenangan banyaknya yg kita dapat. karena yang kita ingat bukan dunianya melainkan Allah. *mencoba untuk mengubah hati dengan mengingat Allah atas hidup kita di dunia. Bukan sebaliknya kita menginginkan dunia baru mengingat Allah. karena segalanya kita butuh Allah SWT."


Nb: Ingatlah segala sesuatu terjadi atas rahmatNya. Kita akan dapatkan apapun itu atas kasih sayang Allah. Bukan karena kekuatan diri kita sendiri. Kita hanya media yang dapat berusaha dan takputus asa. Segarla sesuatu Allah yang menentukan.

https://www.youtube.com/watch?v=CZgNCi__H1A&t=38s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar