Setelah lulus dari SMA saya melanjutkan kuliah di Suatu
perguruan tinggi tepatnya yang ada di semarang. Hari senin merupakan hari
pertama masuk di perguruan tinggi itu, 2 hari sebelumnya tepatnya di hari
sabtu, keluarga besarku mengantarkannya di koz binaan yang jauh hari sebelumnya
aq dah di pesankan untuk tempat tinggal disana yang telah disepakati oleh pihak
pengurus koz binaan itu. Eh sesampai koz binaan itu tanggapan dari mbak-mbak
pengurusnya bilang, “ma’af dek daftarnya ma mbak siapa,??” “Sama mbak Mumu mbak”
(Sautan dari kakak q)
Kemudian mbak itu mengasih keterangan ma keluarga aku kalau kurangnya
konfirmasi mbak Mumu itu ma pengurus sini, jadi untuk sini dah penuh. Mbak itu
kemudian antarkan keluarga saya ke koz lain yang masih dalam satu yayasan koz
binaan itu. Aku Cuma nurut walaupun dalam hati merasa sedih. Dalam hati bilang kok
gak perasaan banget sih nih orangnya yang dititipin amanah berpikir masa bodoh
kali yaaa sampai-sampai amanah aq ngekoz distu gak kesampaian, membuat aq jd
gak terdaftar untuk ngekoz di koz binaan itu. Koz binaan yang ke 2 aq dan
keluarga q datengin,.. eh ketolak lagiiiiiii,.. karena dah penuh juga. Atas
rasa bersalahnya akhirnya saya pun di bikin rembukan ma pengurus” lain yang
lagi ngrembukin aq untuk mau ditaruhkan di koz mana. Akhirnya hasil rembukan
tersebut salah satu pengurus tersebut bilang. “Dek sementara adek tinggal
disini gak papa ya,… kebetulan masih banyak yang mudik.Jadi banyak kamar yang
kosong untuk sementara ini bisa di tinggali adek dulu. Entar qt(Mbak-mbak
pengurus) akan cari’in koz cabang dari ini lagi mungkin masih ada” Waktu pun
udah sore dan bapak q Cuma bilang titip anaknya untuk dijaga baik-baik di koz
ini. Keluarga q pergi aq pun mengikutinya smpai keluarga aku masuk kedalam
mobil dan pisah dengan keluarga.
Waktu
itu adalah puasa ramadhan pertama kali,juga Aku tinggal di koz dan jauh dari
keluarga. Menangis sendiri dalam kamar sambil tidur tak ada seorang pun yang
tau. Semua orang pada sibuk pada dirinya masing-masing. Mana juga HP q udah
rusak, ngecasnya harus pake ces”an kodok yang batrenya harus terlepas dalam
HPnya. Otomatis HPnya mati gak bisa di pake. Setelah batre terisi penuh,batre
saya masukkan kedalam HP,dan HP saya nyalakan, Barulah saya bercerita kepada
kakak teman setia curhatan saya yang menanyakan kabar saya juga. Cuek banget
orang disana. Makan saja berbuka belinya pada penjual keliling koz dan saya ikut beli. Yah
ketimbang gak makan. Juga gak tau tempat-tempat baru yang sekarang aku tinggalin. Gak enak bgt
makannya, buka dan sahur Cuma makan 3suapan saja. Nasi sebungkus berasa utuh
dan kayak gak berkurang sama skali. Mau di paksakan makan malah mau muntah. Jadi
ya terpaksa ku buang. 5hr lamanya di koz itu saya telah mendapatkan teman knalan
yang sama-sama anak baru. Makan q tetep aja sering ku buang dan gak pernah
habis… laper tp di paksain makan juga gak enak, gak bisa masuk jg.
Jalan-jalan
bersama teman baru dan saling cerita sekolah SMA masing-masing tuh rasanya
menjadi aktifitas setiap hari di koz itu. Sedihnya saya cumin bawa pakaian 1
kerdus aja. Waktu terus berjalan pun baju bersihku sedikit demi sedikit habis. Pengen
nyuci tapi takutnya klu dadakan aq hrs di pindahkan dari koz itu. Rempong deh
pindahannya. Jd tetep sabaaar,.. akhirnya 5hr berlangsung saya di antar mbak
pengurus untuk di pindaan koz binaan itu yang br buka cabang lagii. Bangunannya
Bagus dan baru, seisinya pun baru semua.. alkhamdulillah =D aq bahagia, dah
dapat tempat tinggal yang tetap. Sayangnya koz tersebut sering kekeringan. Tiap
mau mandi selalu mengungsi di koz lain/koz tetangga/pom bensin atau juga di
masjid. berikut waktu 2semester berjalan tepatnya 1 tahun lamanya koz binaan ini ada masalah yang mengharuskan di ganti oleh koz binaan putra dikarenakan letak kosnya depan masjid dan jamaahnya selalu penuh sampai jalan hingga depan gerbang kos yang saya tempati. ketika dari pengurus kos binaan pusat datang bersosialisasi kos akan pemindahan tempat akupun ikut dan diam mendengarkan orang saling berargumen. sebagian besar penghuni kos tidak setuju, karena telah nyaman, enak dan sungkan pindah2. berhubung aku yang biasanya suka bicara tapi ketika sosialisasi diam, kakak sekos pun memanggil aku. "dew, tumben diem,gak ada yang dibicarain?" aku jawab dengan jujur sambil senyam senyum "sungguh dalam hatiku sebenarnya aku tak ingin pindah-pindah, tapi setelah aku mendengar percakapan seluruhnya dr seluruh kos dan pengurus intinya itu mau tidak mau kita itu tetep akan dipindahkan demi kos ini menjadi lebih kondusif utk putra, jadi ya apalah dayaku yang hanya bisa nurut. lhah gmana pindah atau qt bisa tetap disini mbak pengurus?" mbak pengurusnya bingung menjawab pertanyaanku. ahihihiii beliau tetap menjelaskan untuk kebaikan kos yang lebih baik. orang sekos pada senyum. setelah sosialisasi selesai mbak pengurus pun pulang. eeeeh aku dikasih tepuk tangan anak2 kos. berhubung waktu itu aku tidur sekamar bareng asdos alias asisten dosen di FE. kak zahra bilang " mbak nis, dewi di ajari ma mbak niswah ya bicara gtu?" mbak nis jawab "nggak,ngomong sndri gak ada yang ngajarin." kak zahra nyaut "whuiiih dewi hebat, bagus." temen ku yang lain ikut "hidup dewi..!!!(sambil angkat kepalkan tangan kanan ke atas) aduuuuh aku jadi malu, padahal biasa aja. yang gak biasa waktu itu adalah mbak pengurus yang agak sedikit berubah mukanya ketika menanggapi omonganku. waktu pun berlalu telah dapat kos pindahan dimana kita harus dipindahkan, aku masih istiqomah di kos binaan itu, jelas terdaftar karena aku telah mengisi formulirnya. tapiiiiii eng ing eng stelah libur semester yang panjang aku kembali ke alamat kos pindahan baru itu. tapi ternyataaaa aku belum dapat kamar, barang-barangku masih diluar. aku menghubungi mbak pengurusnya sambil agak emosi, "mbak ini aku dewi,gmana ini kamarku? aku udah jelas2 nulis utk ngekos lg disini, tapi kenapa gak ada daftar kamar untukku?" akupun numpang kamar org yang masih kosong karena belum dateng orangnya, sambil nunggu jawaban dari mbak pengurus. mbaknya minta maaf dan aku sementara ditumpangkan dikamar orang di kos baru itu. rasanya kesal dan ini adalah bukan yang pertama kalinya, akhirnya aku putus asa gak ingin di kos binaan ini lagi. aku curhat hubungi kakakku kebetulan kakak q juga habis kosnya sbentar lagi. akhirnya aku dan kakak cari kos bersama seminggu lamanya kita dapatkan tempat kos yang ada di tengah jarak antara kos ke kampusku dan kos ke kampus mbak. deal dan kita bersama ngekos disitu dan q tinggalkan kos. padahal waktu itu aku udah dapat kamar, tapi aku tetep milih pergi meninggalkan kos itu. maaf. aku pamit kepada org terdekat saja dan dibantu untuk sampaikan ke pengurus kalau aku keluar. akupun hidup bahagia berdua sekos dengan kakakku dalam 1 kamar setahun lamanya. lalu kakakku nikah, akupun pindah di ponpes sampai lulus. Alkhamdulillah banyak teman dan pengalaman berharga.