Selasa, 19 November 2013

Kekasih yang dulu Kembali Menjadi Jodohku


 Desa Sukosari merupakan tempat di mana keluarga Dita tinggal beserta kedua orang tuanya. Dalam keadaan keturunan orang dari keluarga baik yang mampu dan putri satu-satunya dari Bapak Karto dan Ibu Karti, sehingga segala keinginan dan kebutuhan Dita dapat terpenuhi.
Dita yang baik, ramah, dan pandai bergaul kepada siapa saja telah duduk  di kelas 2 SMA di kotanya. Hampir semua temannya telah mempunyai cowok masing-masing, sehingga terlintas dalam benak Dita untuk mempunyai keinginan memilikinya juga.  Waktu telah berlalu 3 bulan, ada seorang teman satu kelas Dita yang mencoba mendekatinya,dia bernama Doni.
Doni anak yang tampan, pinter, baik, ramah, keturunan dari keluarga yang baik juga, tetapi berasal dari keluarga yang tidak mampu. Meskipun berasal dari keluarga tidak mampu, dia selalu mendapatkan beasiswa gratis untuk bersekolah. Doni merupakan ketua OSIS di sekolah Dita.
Selang beberapa bulan dalam pendekatan Doni kepada Dita, Doni mencoba mengungkapkan perasaannya kepada Dita. Dalam waktu 2 minggu Doni disuruh untuk menunggu jawaban dari Dita untuk berfikir. Keputusan Dita yang ditunggu-tunggu ternyata memberi kabar gembira bagi Doni, karena cintanya telah diterima oleh Dita.
Sejak jadian itu, prestasi Dita yang semula mendapat peringkat 7 menjadi naik ke peringkat 1 di kelasnya yang tak disangka-sangka. Doni yang semula mendapat peringkat 1 turun ke peringkat 2. Antara Dita dan Doni saling meraih prestasi untuk mendapat peringkat terbaik. Kadang Dita yang mendapat peringkat 1, kadang juga Doni yang mendapat peringkat 1. Tidak kalah juga dengan prestasinya dengan kelas-kelas lain, karena peringkat pararel juga di raih oleh Doni dan Dita yang dari kelas 2 dan kelas 3 bersama dalam kelas yang sama.
Dita dan Doni sering bermain ke taman dan jalan bersama pada hari liburan untuk merefreskan fikiran dengan canda tawa bersama di alam yang segar, karena keduanya menyukai suasana kesegaran di alam.
Menjelang kelulusan SMA, ujian nasional dan ujian sekolah sudah di tempuh bersama. Tinggal penantian akan hasil kelulusan. Ketika hasilnya dibagikan,ternyata hasil dari Doni dan Dita tidak kalah bagus. Mereka mendapat penghargaan akan prestasinya yang telah menjadi siswa lulusan terbaik di sekolahnya. Semua teman-teman Doni dan Dita ikut senang mendengarnya, dan memberikan ucapan selamat kepadanya. Semua siswa-siswi kelas 3 di SMA ini alkhamdulillah semua lulus.
Setelah kelulusan itu, Doni dan Dita merasa sedih. Mereka harus berpisah jauh karena Doni kembali ke kotanya di Surabaya dan akan meneruskan ke perguruan tinggi di Surabaya, sedang Dita meneruskan perguruan tinggi negri yang berada di Semarang.
Dita sudah mulai masuk dalam perguruan tinggi negri di Semarang, Dita dititipkan oleh kedua orang tuanya kedalam sebuah asrama, fasilitas asrama yang memadahi, dan Dita di belikan laptop beserta motor oleh kedua orang tuanya. Tetapi,  prestasi Dita turun. Semester pertama nilai IP Dita hanya 2,77. Dita kaget, di pikir-pikir oleh Dita, apa ini gara-gara perpisahannya pada Doni yang hingga kini tidak ada kabarnya. Andaikan dulu ada HP mungkin Doni dan Dita tidak akan putus hubungan. Akhirnya diputuskannya oleh Dita untuk berkonsultasi kepada ustadzah di asrama tentang masalah akan pikiran yang belum bisa melupakan kekasihnya itu. Solusi dari ustadzahnya sangatlah sederhana, dan cukup memberikan motivasi kepada Dita untuk bangkit lagi menjadi orang yang baik, lupakan masa lalu untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, dan juga buka hati untuk semua orang. Karena jodoh telah di tentukan oleh sang pencipta. Andai tidak di dapatkan jodoh di Dunia ini, di akhirat pastilah ada jodohnya.
Sejak semester 2 Dita merasakan semangatnya itu bangkit lagi, IP Dita naik menjadi 3,5, dan semester 3 Dita mulai masuk-masuk kedalam organisasi-organisasi, seperti dalam BEM. Dita menjadi wakil presiden di kampusnya, IPnya tetap naik dan selalu kumlod. Banyak cowok di Kampusnya mencoba mendekati Dita, tetapi tidak seseorangpun diterimanya.  Dita tidak ingin kan cowok lagi sebelum dia lulus dan Dita juga telah berjanji untuk dirinya sendiri akan membanggakan kedua orang tuanya dulu, baru menikah, dan tak ingin mempunyai pacar.
Waktu demi waktu telah Dita lewati dengan mudah, semua masalah dapat terselesaikan dengan baik. Sambil Kuliah Dita juga bekerja part time sebagai Desain grafis di suatu perusahaan. Desain grafis merupakan jurusan yang diambil dita di kuliahnya. Sehingga kuliah Dita juga smakin meningkat prestasinya.
Beberapa semester telah di lewatinya, bimbingan kepada dosennya juga berjalan dengan lancar. Sehingga dalam waktu 4 tahun dita dapat lulus, dan meneruskan kerjanya di perusahaan sebagai desain grafis yang gajinya lumayan tinggi. Dita tidak lupa kepada kedua orang tuanya untuk menyampaikan terimakasih. Berkat Kedua orang tua, Dita dapat menjadi orang yang sukses.
Usia Dita sekarang sudah 22tahun tetapi belum punya pandangan jodoh yang akan meminangnnya siapa, Dita,sama sekali tidak resah akan jodohnya itu siapa,semua itu Dita serahkan kepada Allah,meskipun Dia telah lulus dan hanya bekerja sudah 1 tahun. Ketika banyak yang datang untuk meminangnya, Dita juga menolak, dengan alasan karena tidak suka dan tidak merasa cocok.
Idul fitri telah datang, kantor dimana kerja Dita juga libur. Ada sebuah rombongan 1 mobil dengan plat nomernya area Surabaya datang ke rumah Dita di Desa Sukosari itu. Di balik kaca rumah, Dita kaget,ternyata ada Doni turun dari mobil bagus itu beserta keluarganya. Dita buru-buru mencari ortunya, dan yang membukakan pintu itu orang tua Dita, Doni pun bertanya akan keberadaan Dita. Akhirnya Dita di panggilnya, dan di Tanya “Apakah Dita sudah memiliki kekasih lain,,??” Dita menjawab ”tidak”. dan ketika itu pun berlangsunglah acara lamaran antara Dita dan Doni. Dita kaget dan merasa sangat bahagia. Tidak di sangkanya kalau jodohnya itu ternyata kekasihnya waktu SMA yang masih setia sampai sekarang, yang dulunya dari keluarga yang tidak mampu, kini Doni telah mejadi orang sukses, dan Dia bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan di Surabaya. Meskipun telah sukses,Doni dan Dita juga sama-sama lulusan dari asrama. Agamanya baik dan mereka terapkan ilmu agamanya tersebut dan tidak di tinggalkan. Baik  di rumah maupun di kantor, masing-masing selalu berusaha untuk solat berjamaah dengan teman-teman lain. Tiap malam juga selalu membaca al-qur’an. Kebiasaan sejak kecil itu tidak mereka tinggalkan. Hinggga Dia menikah, dan hidup bersama. Keluarga dari Dita dan Doni juga ikut bahagia melihat Kebahagiaan putra-putrinya yang telah bahagia bersanding bersama di pelaminan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar